Kuliah di Al Azhar; Mudah Masuk, Susah Keluar? (bag. 1)

Oleh : M. Mu’afi Himam*

Bismillahirrohmanirrohim.

sebuah prestise tersendiri memang, bila kita dikaitkan dengan luar negeri, khususnya Universitas Al Azhar. Lembaga pendidikan yang terletak di negeri Seribu Menara tersebut, sebutan dari Mesir, memang tercatat dalam sejarah sebagai salah satu universitas tertua di dunia. tak terhitung sudah berapa ribu Al Azhar mencetak ulama mumpuni dari generasi ke generasi. seperti Syeikh Muhammad Abduh hingga DR. Wahbah Al Hilali, ulama fiqh dari Syiria yang pernah diwawancarai TVOne. hingga saat ini, Al Azhar masih terus menebarkan pupuk handal bagi benih-benih yang datang dari penjuru dunia.  telah banyak pula saudara-saudara kita dari tanah air yang berjuang di Mesir, Cairo khususnya, menggantungkan cita-cita mereka di almamater Al Azhar. maka tak heran, dari tahun ke tahun, semakin banyak putra-putri bangsa berlomba-lomba menuntut ilmu di Almamater tersebut.

pemerintah Indonesia, Departemen Agama (depag) khususnya, telah menaruh kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar Indonesia untuk memenuhi ekspektasi mereka yang begitu besar. bahkan, saat ini kedutaan besar (kedubes) Mesir di Indonesia juga membuka peluang kuliah di Al Azhar bagi calon mahasiswa yang memang berminat lewat jalur non depag. begitu mudahkah melanjutkan jenjang pendidikan kita di luar negeri?

Dengan berpegang syarat lulusan MA (Madrasah Aliyah), pondok pesantren, hafalan Al Qur’an 2 juz, serta pengetahuan agama, tak lupa doa, calon mahasiswa (cama) sudah dikatakan memegang “setengah” tiket menuju Kairo. ditambah dengan pengumuman kelulusan serta biaya, pastinya, cama sudah bisa menggondol impian terbang ke Mesir mendarat di kampus Al Azhar di bilangan Maydan Hussein, Cairo, menyusuri kelas-kelas persegi panjang dihiasi bangku-bangku bersejarah, bertatap muka dengan doktor-doktor terbaik pilihan Al Azhar, serta menikmati nuansa sejarah masjid Al Azhar, sungguh menakjubkan.

namun menilik proses mewujudkan impian tersebut, kiranya cama dari Indonesia harus gigit jari akan fakta yang ada. hingga saat ini, tercatat masih sekitar 100 cama yang belum sempat merasakan indahnya menginjakkan kaki di bumi Kinanah, sebutan lain Mesir. fakta yang ada, proses pengurusan “surat ajaib” (visa) bagi para cama tak kunjung terselesaikan. ada yang beranggapan, karena perseteruan antara pihak depag dan pihak kedubes Mesir, ada juga yang berpendapat karena berbelitnya birokrasi kedubes. namun, terlepas dari semua anggapan di atas, pihak kedubes Indoensia di Kairo, melalui kepala bagian protokoler, Bapak Abdullah, saat acara Coffee Morning di kantor PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir, mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini sedang melobi kedubes Mesir di Indonesia guna membuat MoU (Memorandum of Understanding) antara pihak depag Indonesia dengan Grand Syeikh Al Azhar, DR. Ahmad Thoyyib, yang salah satu poinnya adalah merapikan administrasi proses pemberangkatan cama dari Indonesia. “dengan desepakatinya MoU, insya Allah tidak ada kata terlambat lagi bagi cama dari Indonesia,” ungkap bapak Abdullah ketika itu.

bersambung…

*Mahasiswa fak. Ushuluddin tingkat 1, Siswa Mumtaza Center

22 thoughts on “Kuliah di Al Azhar; Mudah Masuk, Susah Keluar? (bag. 1)

    • katakan MUDAH…insya Allah jadinya mudah. Siapa bilang lulus kuliah di Azhar susah…?mudah tuh! buktinya banyak sekali lulusan al Azhar baik s1 s2 bahkan s3 yang telah menyelesaikan studi di Azhar dg kelulusan terbaik…kalau mereka bisa….berarti KITA JUGA BISA ! GOOD LUCK!!!

    • maksud jalur non depag apa tuh…?saat ini peraturan untuk proses daftar azhar harus lulus tes seleksi depag. materi yang diujikan, bahasa arab dan hafalan Quran minimal 2 juz

  1. Assalamualaikum Wr Wb…ana mau tanya,,,saat ini ana mahasiswa di salah satu ptn di indonesia jurusan ilmu hukum,,yg ingin ana tanyakan apakah ane bisa melanjutkan s2 ke al-azhar dengan beasiswa??? syukran,,,afwan kalo ana salah…

  2. afwan, ana belum lulus, ana baru naik kelas 2 MA, di pondok abu hurairah mataram. kak, apakah kita perlu menguasai kitab2 gitu kak, misalnya, kitabbuttauhid, dll. n gimana kalau b.arabx, apkah kita akan khiwar dengan para masyaikh sebelum kita masuk al-azhar.?

  3. kak, ana mau nanya, di pondok ana tuhh, untuk tahfidzul qur’annya di mulai dari juz 30, 29, 28,27,dan 26. pertanyaannya, apakah ada kaitannya antara tahfidzul qur’an dari awal atau dari akhir. n apakah depag masih menaruh kesempatan lulus bagi kita yang hafalanx dari akhir,?
    jazakallahu khairon..

  4. ka’, ane mau nanya emang yg dujikan tes hafalannya itu juz berapa aja, terus klo bhs.arbnya apa aja yg dites. apakah susah masuk al-azhar. dan klo syaikh yg nguji itu pas kita lg diuji yg beliau lihat itu apa kekitanya, atau dari segi apa dia menyatakan lulus atau tidak…makasih

  5. Ass,kak saya mau tanya,untuk jalur S2 beasiswa itu gimana ya kak? tetapi saya dari SMA dn Kuliah nya jurusan PGRA ,trma ksih kak sblumnya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s